Langsung ke konten utama

Sajak Keabadian

Kali ini kita dipertemukan lagi
Bukan sebagai bunga yang memperindah ruangan
Tapi sebagai bunga yang memperindah sudut kosong ditengah jiwa yang sudah berada disisiNya.
Rasa rindu beradu menjadi satu
Bungamu tampak indah diatas gundukan tanah
Haru, tangis tumpah menyeruah disekeliling keabadian.
Sudah lama aku tak membuat sajak tentangmu
Bukan karena aku lupa denganmu,
Tapi kegagalan cinta membuatku pilu
Maafkan aku ayah.
Tetap saja orang yang mencintaiku hanyalah engkau
Sajak-sajak ini akan selalu ku tulis 
Meski rinduku selalu menahan tangis.
Vidya - 090816

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barisan Alinea Ribuan kata telah menjadi saksi langkah panjangmu Semakin kau melangkah, semakin berkesan deritamu Tinta hitam dan cucuran tangis selalu menjadi temanmu Tak peduli kau telah berkelana ke ujung duniamu Terkadang muncul kalimat yang terselip begitu lucu Alinea tentang dia, Barisan awal sebagai pembuka rindu kau tersipu malu Bergetar bibirmu melepaskan kalimat-kalimat itu Senyuman manis sesekali kau perlihatkan kepada aleniamu Tak perlu dibicarakan lagi, memang panah asmara sedang jatuh pada hatimu. Vidya Elma - Surakarta, 30-7-2016 barisanalinea.tumblr.com
Ada Rindu Yang Harus Aku Obati Kita sedang mengalami satu rasa,  Disaat banyak rasa telah terlewat. Kita pernah mendengar banyak cerita Namun, hanya satu cerita yang kita dengar Aku tak akan membicarakan tentang aku ataupun bercerita tentang kamu Sebab pembicaraan ini sudah menjadi milik kita .. Kita mungkin pernah membanggakan masa lalu kita, Tetapi yakinlah rancangan masa depan kita jauh lebih membanggakan .. Berteman rindu dan sepi sudah menjadi hal yang biasa,  Namun sekarang, ada rindu yang harus aku obati Mungkin menurut mereka ini berlebihan Tetapi jika mereka menjadi kita, rasa ini akan sama dirasakannya .. Satu hal yang pasti, takdir ini bukanlah kita yang membuat  Tetapi Tuhan yang telah mendengar doa kita. Surakarta, 24 Januari 2017 (Untuk sahabatku yang sedang jatuh cinta)