Langsung ke konten utama

Adalah Air Mata

Aku adalah air mata yang tertahan di pelupuk binar kesedihan.
Aku telah banyak belajar pada sunyi, bagaimana menyimpan sendiri. 
Kebahagiaanku adalah melihat mereka tersenyum, walau sesungguhnya aku ingin seperti mereka.
Kau boleh menerkaku dengan angan-anganmu, tetapi aku tak akan pernah memberitahumu tentangku. Agar ketika aku kecewa aku tak akan pernah menyalahkanmu.
Ayah mengajarkanku tentang keramahan, kepada siapapun, dan untuk siapapun. Karena itulah aku tak suka berpura-pura. Aku akan menghargai orang yang menghargaiku dan aku akan mencintai orang yang mencintaiku.
Aku suka diperhatikan, tapi aku lebih suka memerhatikan. Bagiku membuat sekelilingku tersenyum lebih dari cukup.
Walau pada akhirnya aku harus kecewa atau bahkan terluka. Diam adalah penolong utamaku, walau pada akhirnya butiran air menetes dalam pipiku.
Jatuh cinta? Bagiku cinta pertama hanya teruntuk ayah tercintaku. Beliau kini sudah tenang disana. 
Sakit Hati? Itu hanya alasan harapan yang tidak menjadi takdir. Aku pernah menaruh rasa tapi sebaliknya rasaku hanya sendiri. Aku tak pernah menuntut seorang untuk mencintaiku, karena bagiku susah membuka hatiku. Tetapi ketika pintu hatiku sudah terbuka, seorang itu hanya mampir saja atau bahkan mendobraknya hingga keras hingga hatiku terluka.
Maka aku tak akan pernah menuntut seseorang untuk mencintaku, jikalau seorang itu hanya ingin merusaknya. Karena membangun senyum dipipi bagiku sangat sulit.
Dari bibirku ini semoga kau mengerti
Dari mataku ini semoga kau merasakan, dan aku tak akan menjatuhkan butirannya sekali lagi. 
Semoga kau memahaminya.
- Vidya Elma -
Surakarta, 11 Mei 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barisan Alinea Ribuan kata telah menjadi saksi langkah panjangmu Semakin kau melangkah, semakin berkesan deritamu Tinta hitam dan cucuran tangis selalu menjadi temanmu Tak peduli kau telah berkelana ke ujung duniamu Terkadang muncul kalimat yang terselip begitu lucu Alinea tentang dia, Barisan awal sebagai pembuka rindu kau tersipu malu Bergetar bibirmu melepaskan kalimat-kalimat itu Senyuman manis sesekali kau perlihatkan kepada aleniamu Tak perlu dibicarakan lagi, memang panah asmara sedang jatuh pada hatimu. Vidya Elma - Surakarta, 30-7-2016 barisanalinea.tumblr.com
Ada Rindu Yang Harus Aku Obati Kita sedang mengalami satu rasa,  Disaat banyak rasa telah terlewat. Kita pernah mendengar banyak cerita Namun, hanya satu cerita yang kita dengar Aku tak akan membicarakan tentang aku ataupun bercerita tentang kamu Sebab pembicaraan ini sudah menjadi milik kita .. Kita mungkin pernah membanggakan masa lalu kita, Tetapi yakinlah rancangan masa depan kita jauh lebih membanggakan .. Berteman rindu dan sepi sudah menjadi hal yang biasa,  Namun sekarang, ada rindu yang harus aku obati Mungkin menurut mereka ini berlebihan Tetapi jika mereka menjadi kita, rasa ini akan sama dirasakannya .. Satu hal yang pasti, takdir ini bukanlah kita yang membuat  Tetapi Tuhan yang telah mendengar doa kita. Surakarta, 24 Januari 2017 (Untuk sahabatku yang sedang jatuh cinta)

Sajak Keabadian

Kali ini kita dipertemukan lagi Bukan sebagai bunga yang memperindah ruangan Tapi sebagai bunga yang memperindah sudut kosong ditengah jiwa yang sudah berada disisiNya. Rasa rindu beradu menjadi satu Bungamu tampak indah diatas gundukan tanah Haru, tangis tumpah menyeruah disekeliling keabadian. Sudah lama aku tak membuat sajak tentangmu Bukan karena aku lupa denganmu, Tapi kegagalan cinta membuatku pilu Maafkan aku ayah. Tetap saja orang yang mencintaiku hanyalah engkau Sajak-sajak ini akan selalu ku tulis  Meski rinduku selalu menahan tangis. Vidya - 090816