Langsung ke konten utama

Kita Adalah Senja Sebelum Malam

Lantunan kata yang memikat membuat kita terpikat
Ketidaktahuan aku dan kamu menjadikan kita terikat
Senyum malu dan mata sendu masih terlihat
Tatkala aku dan kamu belum terlalu dekat
Mungkin kita terlalu cepat 
atau kau terlalu hebat
Apa yang salah dengan kita?
Sembari bersama sembari mengenal
Mengenal membuat kita semakin jauh
Ada yang salah dengan kita?
Mungkin kita hanya tertutup keegoisan semata
Atau kita memang tidak ingin mengetahui jati diri kita masing-masing? 
Kita berawal dari senja yang menyejukkan mata
Lalu kita berakhir seperti malam gelap yang hilang tanpa senja

Vdy. SKA, 2772016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barisan Alinea Ribuan kata telah menjadi saksi langkah panjangmu Semakin kau melangkah, semakin berkesan deritamu Tinta hitam dan cucuran tangis selalu menjadi temanmu Tak peduli kau telah berkelana ke ujung duniamu Terkadang muncul kalimat yang terselip begitu lucu Alinea tentang dia, Barisan awal sebagai pembuka rindu kau tersipu malu Bergetar bibirmu melepaskan kalimat-kalimat itu Senyuman manis sesekali kau perlihatkan kepada aleniamu Tak perlu dibicarakan lagi, memang panah asmara sedang jatuh pada hatimu. Vidya Elma - Surakarta, 30-7-2016 barisanalinea.tumblr.com
Ada Rindu Yang Harus Aku Obati Kita sedang mengalami satu rasa,  Disaat banyak rasa telah terlewat. Kita pernah mendengar banyak cerita Namun, hanya satu cerita yang kita dengar Aku tak akan membicarakan tentang aku ataupun bercerita tentang kamu Sebab pembicaraan ini sudah menjadi milik kita .. Kita mungkin pernah membanggakan masa lalu kita, Tetapi yakinlah rancangan masa depan kita jauh lebih membanggakan .. Berteman rindu dan sepi sudah menjadi hal yang biasa,  Namun sekarang, ada rindu yang harus aku obati Mungkin menurut mereka ini berlebihan Tetapi jika mereka menjadi kita, rasa ini akan sama dirasakannya .. Satu hal yang pasti, takdir ini bukanlah kita yang membuat  Tetapi Tuhan yang telah mendengar doa kita. Surakarta, 24 Januari 2017 (Untuk sahabatku yang sedang jatuh cinta)

Sajak Keabadian

Kali ini kita dipertemukan lagi Bukan sebagai bunga yang memperindah ruangan Tapi sebagai bunga yang memperindah sudut kosong ditengah jiwa yang sudah berada disisiNya. Rasa rindu beradu menjadi satu Bungamu tampak indah diatas gundukan tanah Haru, tangis tumpah menyeruah disekeliling keabadian. Sudah lama aku tak membuat sajak tentangmu Bukan karena aku lupa denganmu, Tapi kegagalan cinta membuatku pilu Maafkan aku ayah. Tetap saja orang yang mencintaiku hanyalah engkau Sajak-sajak ini akan selalu ku tulis  Meski rinduku selalu menahan tangis. Vidya - 090816